jangan kirimi aku bunga

•June 16, 2008 • 1 Comment

aku mendapat bunga hari ini. hari ini bukan sebuah hari istimewa atau hari ulangtahunku.. semalam untuk pertama kalinya kami bertengakar dan ia melontarkan kata2 menyakitkan. aku tau ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirimi aku bunga.

aku mendapat bunga hari ini. hari ini bukan sebuah hari istimewa atau hari ulangtahun perkawinan kami.. semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai memukuliku. aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku. aku tau ia menyesali perbuatannya karena ia mengirimi aku bunga hari ini.

aku mendapat bunga hari ini. hari ini bukan sebuah hari istimewa atau hari ibu.. semalam ia memukulku lebih keras dari sebelumnya..bahkan ia mulai mencekikku. aku takut padanya tetapi aku tidak bisa meninggalkannya. aku tidak punya uang dan bagaimana aku bisa menghidupi anak2ku? namun aku tau ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

ada bunga untukku hari ini. hari ini adalah hari istimewa.. inilah hari pemakamanku. ia menganiayaku sampai mati semalam. kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkanny, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini..

para wanita..jangan berpangku sepenuhnya pada laki2 tanpa memiliki ketrampilan apapun d hidupmu..

words

•June 16, 2008 • 1 Comment

sekelompok kodok sedang berjalan2 melintasi hutan. malangnya dua diantara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lobang. kodok2 lain menglilingi lubang tersebut. ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok it tersebut bahwa mreka lebih baik mati.

akirny setela berusaha sekuat tenaga utk melompat kluar..sala satu dari kedua kodok d dlm lobang it mendengarkn kata2 kodok yang lain n mnyerah.dia terjatuh dan mati..sedang kodok yg satu lagi tetap melanjutkn utk melompat sedapat mungkin. kerumunan kodok tersebut berteriak pdny spy dia berenti berusaha n lebi baik mati. kodok it pun bahkn berusaha lebi keras sampai akirny berhasil kluar dr lobang it.

kodok yg lain takjub dgn smangat kodok yg satu ini..mreka bertanya ‘apakah kau tdk mendengar teriakan kami?’ ternyata bru diketahui bahwa kodok yg satu in tuli..dan mreka baru sadar bhw teriakan mreka tadi dianggap memberi semangat kepadanya..

kekuatan hidup dan mati ada di lidah..kata2 buruk yg diberikan pada seseorang yang sedang jatuh dapat membunuh mereka. suarakan kata kata kehidupan kepada mereka ang sedang menjauh dari jalur hidupnya.

Yak. 3:5Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

amazing

•May 14, 2008 • Leave a Comment

yang namany kulia jarang banget bahkan ga mungkin dikasi ma dosen yang namany ujian perbaikan apalagi ujian akir..kecuali nilai satu kelas ambruk brati mmg tu soal bermasala..

tapi yg namany mujizat it ga mandang bulu..

biasala g it males bgt masuk pel..susa bangun..walau mo ujian tapi ga mau bel, pasti g ga akn maksain diri utk bel, krn mmg ga bisa maen paksa2an haha..n seperti yg kalian, tau g it pendiam alias cool hahahaa soooo ga tau gmn, g suka ga tau klo ad ujain dll..n someday g masuk kelas, ud telat ternyata ujian midsmester lagi, y ud pasrah..dapet 20 haha

guruny kaget n menyarankn g utk ngulang tu pel taon dpn tapi g ga mau!!!!! ni pel tu ga worth it bt ngulang..tugasny segunung..mmg bener2 disuru k gunung la ntar ad nginep2 sgala prny bkn hampir gila pokony g ga mo ngulang!!!

depresi datangla menyelimuti hari2 g penu ketakutan n kekawatiran bkl d tang alias ga lulus..soalny g takut klo d tang trus rata2 ga 60 keatas taon dpn ga bisa dpt subsidi pemerinta lg (gr2 in jd bruba hahaha)

padahal dr dulu tu sering bgt mo menyera..ud males skul!! ud ga tahan.. bodo amat d mo d tang kek, d obeng kek dipulangkan indo mala seneng haha

filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

akirny gr2 in g sadar sesadar2ny klo g hrs bel mencintai ap yg harus g kerjakan..melawan kedagingan n betanggung jwb..dll d

kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

akirnyyyyyy g bersera ma Thn (mmg klo ud ga ad jalan br berballik k Thn, bertobatlah hai teman2) bener2 sadar klo harus sate tiap hari n live with Him evryday!!

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

akirnyyyyy lg, tiba2 g dipanggil ma tu guru..dia bil gr2 nilai midsmester lu, nilai ujian akir ntar minimal hrs 85..wow g bil ga mungkin bu..g kaga ngeri blablabla..akirny!! amazing..dia kasi g ujian perbaikan!! senengny bkn maennnnn

1 korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia”

n hari in..tepatny barusan g balikk dr tu ujian..thank God!! pertama kaliny g bel sunggu2 n berniat dpt nilai tinggi! n mrasa puas stela ujian haha amazing g pny hasrat it n ternyata soalny sama lagi..senangnyyyyyyyyyy

filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir akan apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

7: Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

let them go..

•May 12, 2008 • Leave a Comment

Jam 7 malam. Sudah cukup lama aku berkutat dengan pekerjaanku. Aku bersiap-siap untuk meninggalkan kantor. Dengan enggan kuangkat tas berat itu ke pundakku. Beban yang menekan di pundakku terasa begitu mengganggu, tapi aku memang harus membawa tas ini.
Ingin rasanya cepat sampai di rumah, supaya aku bisa beristirahat.

Ketika sampai di rumah, ternyata perasaan nyaman yang kuimpikan tak dapat kutemui. Suasana hiruk pikuk keluargaku terasa seperti dentuman-dentuman keras di kepalaku.
aku memaki dalam hati. Aku capek. Aku ingin istirahat. Berat sekali yang harus aku angkat. Kenapa sih nggak ada yang mau mengerti?!!

Malam hari. Akhirnya aku memperoleh ketenangan. Aku bisa tidur dan beristirahat. Tapi tas besar dan berat ini terasa mengganggu sekali. Aku tak bisa tidur. Tapi aku tak bisa melepaskannya. Aku kesal.

“Bapa, kenapa sih berat sekali? Sungguh-sungguh sangat mengganggu… ” Aku mengeluh sambil meneteskan air mata.

“Mengapa engkau tidak meletakkan tas itu anakKu?”

“Tapi aku tak bisa Bapa”

“Kenapa?”

“Lihatlah, semua tas ini berlabelkan tanggung jawab. Semua harus aku bawa setiap saat, aku tak bisa meletakkannya. Tas hitam yang paling besar ini, lihat tulisan di depannya, PEKERJAAN. Semua tanggung jawab pekerjaanku ada di dalamnya. Lalu yang coklat ini, KELUARGA. Aku juga tak bisa meletakkannya. Semuanya adalah bebanku. Dan yang biru ini, PELAYANAN. Engkau tentu tak ingin aku meletakkannya bukan?”

Bapaku yang baik hanya tersenyum, lalu mendekatiku. “Kemarilah, Aku ingin melihatnya.”

“AnakKu, engkau dapat meletakkan tas ini. Ini memang tanggung jawab pekerjaanmu. Dan engkau memang harus menanggungnya. Namun saat engkau melangkah keluar dari kantor, engkau dapat meletakkan tas ini di samping meja kerjamu. Tenanglah, tidak akan ada yang mengambilnya. Lagi pula semua isinya adalah tanggung jawabmu bukan? Percayalah, tak akan ada yang tertarik untuk mengambil tas ini, sehingga keesokan hari, saat engkau kembali ke kantor, pasti tas ini akan tetap ada di sana, dimana engkau meletakkannya. Dan engkau dapat mengambilnya kembali dan melanjutkan tanggung jawabmu”.

Ia tersenyum menunggu jawabanku. “Benar Bapa, tapi aku tak dapat meletakkannya. Ia melekat terus di pundakku”.

Ia menatapku dengan penuh kasih, lalu perlahan mengambil tas itu dari pundakku.

“Kemarilah anakKu. Di saat engkau tak dapat meletakkannya, Aku dapat membantumu untuk meletakkannya. Dan esok, Aku pun dapat membantumu untuk mengenakannya kembali.”

Ia meletakkan tas hitam itu di dekat tempat tidurku. Rasanya pundakku lega sekali. Tas paling berat yang selalu menekanku telah diambil. Aku menggerak-gerakkan pundakku sambil tersenyum. “Engkau benar Bapa, rasanya enak sekali. Ringan. Besok aku akan lebih siap untuk melanjutkan pekerjaanku. Esok, pasti tas itu tidak akan terasa terlalu berat lagi”.

Aku menatap wajah Bapaku yang penuh kasih. Sungguh indah senyum dan sinar mataNya. Ia menatap tas coklat di pundakku. “Lalu itu? engkau tidak ingin meletakkannya juga?”

“Bapa, aku tidak bisa. Ini adalah tanggung jawab KELUARGA. Kemanapun aku pergi aku harus membawanya.”

“AnakKu, Aku sungguh bahagia karena engkau memperhatikan setiap tanggung jawab yang kuberikan padamu mengenai keluargamu. Tapi engkau pun tak boleh lupa, bahwa keluargamupun adalah milikKu. Dan aku memelihara setiap kepunyaanKu. Engkau memang harus membawa tas itu bersamamu, tapi sesekali letakkanlah, agar engkau dapat bermain dengan bebas dengan keponakanmu, bercanda dengan kakakmu, atau sekedar berbincang dan bercerita dengan orang tuamu. Rasanya belakangan ini Aku jarang melihatmu melakukannya”.

Aku tertunduk malu. Ia benar. Aku membawa tas ini kemana-mana, dan kulaksanakan setiap tanggung jawab untuk keluargaku, tapi sepertinya ternyata tas ini menjadi jauh lebih berharga dari pada kehadiran keluargaku sendiri.

Sekali lagi Bapa mengambil tas dari pundakku. “Mari anakKu, letakkanlah. Di saat engkau perlu, letakkanlah. Karena engkau dapat yakin, walaupun engkau meletakkannya dan meluangkan waktu dengan keluargamu, Akulah yang akan tetap menjagamu dan keluargamu”.

Dan pundakku menjadi jauh lebih lega. Kini hanya tinggal satu tas biru yang masih memberati pundakku. “Bapa, tas yang satu ini sungguh-sungguh tak dapat kuletakkan. Setiap saat setiap waktu aku harus membawanya. Karena setiap detik kehidupanku adalah pelayananku untukMu. Engkau tentu tak ingin aku meletakkannya bukan?”

“Hmm… benar juga”. Aku terkejut mendengar jawabanNya. Sepertinya agak tidak sesuai harapanku. Ia telah membantuku meletakkan kedua tasku sebelumnya, dan sepertinya aku sungguh-sungguh berharap agar tas ini juga dapat kulepaskan.

“Mari coba kulihat tas itu” Ia melihat dan meraba tas biru yang masih melekat di pundakku.

“Anakku, sepertinya ada yang salah dengan tasmu ini. Kemarilah, coba lepaskan”.

Ia mengambil tas biruku. “Anakku, engkau benar. Aku ingin agar engkau selalu melayaniKu dalam setiap detik kehidupanmu. Dan percayalah, itu sungguh-sungguh menyenangkan hatiKu. Tapi sepertinya tasmu ini bahannya terlalu berat, sehingga menekan pundakmu terlalu berat.”

Kemudian Ia memberikan aku satu tas biru yang lain. “Ini, pakailah tas ini sebagai gantinya. Ini merupakan tas dengan bahan KASIH. Jika engkau meletakkan semua pelayananmu di dalamnya, niscaya engkau tidak akan terbebani dengan tasmu ini”.

Aku menerima tas baruku dari tanganNya, lalu memindahkan semua isi tas lamaku ke dalam tas berbahan KASIH itu.

Aku mencoba mengangkatnya. Ternyata Bapaku benar. Tas itu kini terasa ringan dan sungguh nyaman di pundakku.

Aku memandangNya penuh kasih. “Terima kasih Bapa. Aku sungguh mengasihiMu. Terima kasih untuk pelajaranMu hari ini”.

Pagi ini aku memulai hari dengan senyuman. Istirahatku sudah cukup. Dan aku siap untuk menghadapi tantangan hari ini.
Di perjalanan, aku bertemu orang-orang yang menyebalkan, namun tidak lagi memaki dalam hati, melainkan aku berdoa untuk mereka.

Mungkin mereka juga masih selalu membawa tas mereka kemana-mana atau mereka juga mengenakan tas dengan bahan yang salah. Banyak sekali. Aku melihat ada yang membawa dua tas besar, tiga bahkan empat. Tulisannya pun bermacam-macam, ada PEKERJAAN, KELUARGA, PELAYANAN, KULIAH, SEKOLAH, BISNIS, dan masih banyak lagi.

Memang tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita pikul dan harus kita selesaikan. Tapi kita pun harus tetap belajar untuk menempatkan di saat mana kita harus mengangkat dan di saat mana kita harus meletakkan.

Dan aku terus belajar …

Seseorang yang bijaksana pernah bertanya padaku:

“Mana yang lebih berat, mengangkat sebuah gelas dengan satu tangan selama 1 jam penuh, atau mengangkat gelas tersebut selama 10 menit lalu meletakkannya sejenak dan mengangkatnya kembali selama 10 menit dan demikian seterusnya sampai 1 jam?”

“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Matius 11:28

“Sebab itu, janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”. Matius 6:34

trust Him even when you can’t see

•May 12, 2008 • Leave a Comment

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk di dewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan dibawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup. Anak laki-laki tersebut dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam.

Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata tersebut akan dibuka, dan orang yang mengantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang bgeitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip di pinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. Sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan “begitu kejam” melepaskan anak-anakNYA dalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti, Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga bagi kita.

God is too wise to be mistaken,
God is too good to be unkind
..So,

When you don’t understand.. When you can’t see His plan..
When you can’t trace His hand..

JUST TRUST HIS HEART

Kuasa FirmanNya

•May 9, 2008 • Leave a Comment

Setelah sekian lama aku mengenal Yesus.. masi sulit bagiku untuk berdoa dan membaca surat cintaNya setiap hari..aku suka baca cepat-cepat, suka memilih ayat-ayat bagus yang pernah dibaca dan ku-stabilo-kan saja dan hanya menjadikan ayat2 itu seperti jimat yang menguatkan saat hati gundah gulana..memang Firman Tuhan bermanfaat untuk menguatkan kita, tapi salah jika hanya itu tujuan kita membaca alkitab, bukan mencari FirmanNya tapi hanya sekedar butuh akan kata-kata yang menguatkan.

Suatu kali ada seorang pendeta yang berkata “saat kita membaca alkitab..berpikirlah seolah-olah kita ada disana..rasakan seolah-olah kita yang sedang berbicara dengan Tuhan..alami dan resapi setiap kata-kata FirmanNya.”

Kata-kata itu membukakan pikiranku yang selama ini salah..saat kita benar-benar meresapi setiap kata dalam FirmanNya..Tuhan akan memberikan pengertian yang tidak kita ketahui sebelumnya dan akan mencengangkan kita dengan kemuliaan yang dinyatakanNya..dan yang terutama, kita dapat merasakan kehadiran Tuhan yang membawa kedamaian di dalam hati kita.

2 tim 3:15 “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.”

2 tim 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Hello world!

•May 9, 2008 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!