words
sekelompok kodok sedang berjalan2 melintasi hutan. malangnya dua diantara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lobang. kodok2 lain menglilingi lubang tersebut. ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok it tersebut bahwa mreka lebih baik mati.
akirny setela berusaha sekuat tenaga utk melompat kluar..sala satu dari kedua kodok d dlm lobang it mendengarkn kata2 kodok yang lain n mnyerah.dia terjatuh dan mati..sedang kodok yg satu lagi tetap melanjutkn utk melompat sedapat mungkin. kerumunan kodok tersebut berteriak pdny spy dia berenti berusaha n lebi baik mati. kodok it pun bahkn berusaha lebi keras sampai akirny berhasil kluar dr lobang it.
kodok yg lain takjub dgn smangat kodok yg satu ini..mreka bertanya ‘apakah kau tdk mendengar teriakan kami?’ ternyata bru diketahui bahwa kodok yg satu in tuli..dan mreka baru sadar bhw teriakan mreka tadi dianggap memberi semangat kepadanya..
kekuatan hidup dan mati ada di lidah..kata2 buruk yg diberikan pada seseorang yang sedang jatuh dapat membunuh mereka. suarakan kata kata kehidupan kepada mereka ang sedang menjauh dari jalur hidupnya.
Yak. 3:5Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

kisah ini mengingatkan aku akan 1 kisah fabel yg juga ada hubungan ama lobang XD.
Bedanya tokokhnya adalah seekor keledai.
Alkisah, ada seorang petani mempunyai seekor keledai yg sangat disayanginya, terus suatu akhir tanpa sengaja keledai tsb jatuh ke dalam sebuh lobang yg cukup dalam. Petani tersebut tentu saja kelabakan, dia meminta tolong orang2 sekampung untuk membantu dia mengeluarkan keledainya dari lobang tsb. Mereka kemudian dengan menjulurkan tali berusaha untuk mengangkat naek keledai tsb, tapi usaha itu sia2. Setelah berusaha dgn susah payah, akhirnya salah satu dari orang kampung bilang ke ptani tsb itu untuk menyerah saja dan mengubur keledai itu di dalam lobang tsb, daripada membiarkan dia tersiksa di dalam.
Dgn berat hati akhirnya petani itu menyetujui usul tsb dan dgn bantuan orang2 kampung, mereka mulai menimbun tanah ke dalam lobang tsb.Keledai itu sedih sekali dan menangis karena dia merasa tuannya uda tidak peduli lage ama dia.
Satu cangkul demi satu cangkul ditimbun ke dalam lobang tsb,tapi ada kejadian aneh terjadi, keledai itu mengibaskan tanah yg menimpa badannya dan perlahan2 tanah itu menumpuk makin lama makin tinggi dan bisa jadi pijakaan buat keledai itu untuk melompat keluar dari lobang tsb.
Sering kali, kita seperti keledai yg jatoh ke dalam lobang dan ngerasa the world is against us. tapi benernya kita harus bs mengibaskan pencobaan yg datang menimpa hidup kita itu ke samping dan menjadikan pijakan bagi kita untuk meloncat keluar dari kesulitna hidup kita, karena TUHAN tidak pernah memberikan pencobaan yg lebih berat daripada yg bs kita tanggung.